Wednesday, March 3, 2010

musim ikan wader di cambodia, tonle sap

ikan wader melimpah pada musim banjir sungai mekong, luapannya masuk rawa tonle sap

Wednesday, December 30, 2009

njolo wader


njolo wader kepek & wader andong




Monday, December 21, 2009

iwak wader makanan paling enak di laos

Iwak wader menjadi makanan nasional Laos, dan menjadi pilar utama ketahanan pangan laos sebagai sumber protein rakyat banyak, dijadikan sebagai lauk harian yang lezat. Hal ini karena Laos adalah negara yang tidak mempunyai laut, tapi daerahnya di anyam oleh DAS sungai mekong.

Orang Laos (lao) mencari ikan wader selama musim moyek, atau musim ikan bertelur yaitu awal musim hujan. Sekali musim ikan moyek, para wanita bisa menangkap ikan wader di sawah untuk persediaan lauk selama setaun, unik bukan. Ikan wader ini di awetkan dengan cara khas Laos, di sebut Pa Daek, setelah dibumbui rempah-rempah khas laos yang lezat (tidak beda jauh dg lidah kita), kemudian iwak wader yang telah dibumbui ini difermentasi, ditaruh dalam tempat seperti jun (mirip tempat untuk membawa air dari tanah liat)supaya awet, tidak terkontaminasi. Tiap hari di buka dan diambil seperlunya untuk lauk. Katanya semakin lama di simpan, bumbunya semakin merasuk, dan ikan wader ini rasanya semakin gurih lezat.

Tiap keluarga di daerah rural bukit-bukit sekitar DAS sungai mekong rata-rata membuat dan menyimpan Pa Daek di rumah, orang-orang menjadi bahagia, setidaknya mereka mempunyai jaminan ketersediaan lauk lezat untuk keluarganya selama setahun. jadi pingin ngerasain pa daek haha.....sperti apa sih lezatnya..

Pa Daek is an essential food for Lao people. Every meal includes some. Pa Daek can be mixed in to add flavor to any Lao food. Pa Daek itself is the main food of Laos. Pa Daek is a non perishable food. Once it is prepared, it can be keep for a year or more even without refrigerating. Pa Daek can be kept in an airtight jar. With Pa Daek, people are happy, they rest assured that they have a long term supply of food for their family.

Penasaran? lihat video dibawah ini:

kalau masih penasaran? lihat iwak moyek dan pembuatan Pa Daek di ; http://moyek.blogspot.com/2009_12_01_archive.html

panen wader di rawa tonle sap cambodia

peristiwa panen iwak wader yang lagi moyek di rawa tonle sap, cambodia.


tentang rawa tonle sap;

The amazing lake and river system of the Tonle Sap is quite unique. This vast lake; the largest in SE Asia, fills with the waters of the Mekong each year, bringing vast numbers of fish and irrigation during the dry season.

The Mekong starts its journey in the Himalayas, flowing through China, Laos and Cambodia before discharging into the sea at its delta in South Vietnam. The Mekong Delta cannot absorb all the river water; so in May, the river reverses its normal seaward flow and begins for flow back up the Tonle Sap River.

The 160km long lake fills with water and, expands to 250kms long by up to 100kms wide over a period of 3 months. The lake rises and progressively floods the surrounding forests and rice fields.

The people who live in simple shacks along the Causeways and rivers; move up towards the shore. As the water retreats, and the rainy season approaches; the floating villages move inland to take shelter along the river banks.

The Fishing industry is one of the most important in Cambodia. Over 2 million people live on or around the lake. It is big business as fishing earns millions of dollars.

Gambar suasana panen wader pada saat musim moyek (musim ikan bertelur) di rawa tonle sap:








Monday, December 14, 2009

wader presto kali bawang, west-prog gurih pol

Lezatnya Wader Presto Banjarharjo
Sabtu, 12 Desember 2009 | 08:39 WIB


KOMPAS.com- Siapa bilang ikan sungai kalah enak dibandingkan ikan laut? Di Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo, beragam jenis ikan sungai mampu diolah menjadi masakan lezat dan menggugah selera.

Nama masakan itu wader presto. Disebut demikian, karena ikan sungai yang dijuluki wader dalam bahasa Jawa itu memang dimasak khusus hingga durinya lunak, seperti menggunakan panci tekan (presto).

Puluhan tahun lalu, hidangan wader presto kondang di kalangan warga Banjarharjo. Namun, kini masakan rumahan itu sudah jarang dijumpai. Hanyalah Ny Sriwanto (80), satu-satunya pemasak wader presto di Banjarharjo, yang masih bertahan.

Sejak 30 tahun lalu, ia membuka warung makan wader presto di tepi Jalan Sentolo-Muntilan kilometer 25, tepat di samping Balai Desa Banjarharjo. Sampai sekarang, warung sederhana berdinding triplek dan gedhek (anyaman bambu) itu masih bertahan.

Saat ditemui akhir pekan lalu, nenek delapan cucu itu tidak pelit berbagi resep wader presto yang sudah diwariskan secara turun-temurun. "Tidak rahasia-rahasiaan. Lha wong , resepnya itu sederhana saja," ujarnya ramah.

Sriwanto mengatakan, memasak ikan wader gampang-gampang susah karena memiliki banyak duri. Daripada repot memisahkan duri dari daging, warga lebih suka melunakkan duri tersebut sehingga tidak menusuk langit-langit mulut saat dimakan.

Sebelum dimasak, ikan-ikan wader yang dibeli Rp 15.000 per kilogram dari nelayan sungai dibersihkan isi perutnya. Ikan lalu digoreng setengah matang agar tampilannya utuh dan dagingnya tak hancur saat diproses lebih lanjut. Setelah itu, ikan diberi bumbu ulekan bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, ketumbar, kunyit, dan garam, lalu direbus selama lebih kurang empat jam.

Untuk memperkaya rasa dan aroma, Sriwanto menambahkan rempah daun salam, lengkuas, dan serai, ke dalam air rebusan ikan. Agar ikan tidak terlalu lunak, memasaknya harus menggunakan kayu bakar dan apinya tidak besar.

"Aroma sangit kayu bakar juga menambah nikmat masakan," lanjut wanita yang tidak pernah lepas dari kebaya dan kain jarit itu.

Agar keaslian cita rasanya terjaga, Sriwanto hanya membeli wader dari sungai, bukan hasil budidaya. Menurutnya, daging ikan wader yang dipelihara di kolam terasa hambar dan kurang gurih.

Wader presto yang masih hangat kemudian disajikan di atas nasi putih yang mengepul. Tidak lupa, ia menambahkan sayur tahu serta tumis kacang panjang sebagai pelengkap.

Ditemani iringan musik alam berupa gemericik air saluran irigasi Kalibawang di depan warung, seluruh pengunjung warung Sriwanto terlihat lahap menyantap wader presto. Sesekali, mereka menyeruput teh hangat yang diberi gula batu, lalu bersendawa.

Murah meriah

Sumarno (40), mengaku sejak kecil menggilai masakan warung Sriwanto. Warga Desa Banjararum, Kalibawang itu mengatakan, wader presto semacam ini tidak ada yang menyamai. Lagipula, harga masakan ini amat murah. Satu porsi hanya Rp 6.000, sudah termasuk teh hangat. "Harga yang sebanding dengan kelezatannya," ujar karyawan swasta ini.

Warung Sriwanto juga menyediakan ikan wader goreng tepung yang dijual Rp 4.000 per bungkus. Ia juga menjual beragam lauk, seperti tahu goreng, tempe goreng, dan telur ceplok.

Saat akhir tahun seperti ini, pembeli kadang bisa melengkapi kepuasan makan dengan melahap durian Menoreh sebagai pencuci mulut. Setiap hari, warung yang mampu menampung 20-an pembeli itu buka dari pukul 08.00 hingga sore hari.

Wader presto biasanya ludes menjelang azan magrib, karena Sriwanto menjualnya secara terbatas, yakni hanya 10-15 kilogram per hari. Dari jumlah itu, Sriwanto meraup omzet hingga Rp 200.000 per hari. "Saya bisa saja menambah jumlah ikan wader, tapi saya tidak mau. Memasaknya itu lho yang bikin capek," katanya.

Tidak perlu malu bertanya jika tidak mengetahui letak warung Ny. Sriwanto, karena hampir semua warga Kulon Progo menggemari wader presto warung ini. Bahkan, para pejabat daerah selalu saja menyempatkan diri berkunjung untuk sekadar makan siang setelah melawat ke Kalibawang atau Samigaluh.

Sambil duduk menunggui warungnya, Sriwanto hanya berharap agar wader presto tidak punah dari bumi Menoreh Kulon Progo. Ia sudah mewariskan keahliannya mengolah ikan wader kepada anak-anaknya, tapi hasil masakan mereka belum bisa menyamai sang ibu.

Kendati tidak ada rahasia yang disimpan Sriwanto, kelezatan wader presto tetap misteri... (Yoga Putra)
source; http://travel.kompas.com/read/xml/2009/12/12/08395937/lezatnya.wader.presto.banjarharjo.

Tuesday, November 10, 2009

jenis wader, habitat wader

1. wader ijo/ ikan nilem /unjar melem, habitat rawa air jernih, sungai besar berarus jernih-sedikit keruh
2. wader goyor abang, habitat banyu bening berarus kencang-tenang / air jernih dalam dan tenang, hulu sungai
3. wader kepek sirip kuning (habitat banyu mili banter, air setengah jernih sampai keruh, sungai arus medium - kencang)
4. wader andong / unjar andong, habitat air jernih menggenang arus pelan, kedung sungai



Sunday, November 8, 2009

iwak banyu bening; wader, kotes, uceng, wader andong, wader pari, wader cakul, unceg

Habitat kotes, wader pari lan uceng kui nang kali sing banyune mili, banyune bening tekan rodo butek. Biasane nang kali kali sing cedak gunung, nek ra yo kali kali sekitar lembah gunung, banyune anyep lan bening, lha kono kui nggon kotes, wader pari, wader cakul, lan uceng. kusus nek wader andong kui nang kali kali sing anyep banyune miline ora banter ning akeh kedung kedung cilik, lha kono kui nggon wader andong lan kotes.
Nek nang selokan cilik sekitar ndeso pegunungan biasane akeh kotes e, biasane ngerong nang ngisor watu. nek banyune mili banter bisane kebak uceng lan wader pari.

ket. gambar;
1. pasar wader
2. pasar sungai kampar
3. uceng,
4. kotes/kocolan
5. wader goyor & wader pari